KONDISI PAPUA POSISI AKHIR TAHUN 2016, Periode I Kinerja Lukas Enembe-Klement Tinal

Jakarta/Sudah empat tahun lima bulan semenjak 9 april 2013 Lukas Enembe memimpin Papua. Bersama Klemen Tinal, ia telah melakukan berbagai program terobosan fenomenal pro rakyat sebagai tiang penopang visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera. Setelah empat tahun kepemimpinannya, Papua kini sudah bangkit dan berhasil dalam pembangunan, seperti keberhasilan pembangunan baik di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian rakyat dan infrastruktur

“Sebab kita sudah melewati tiga fase sebelumnya. Makanya di sisa satu tahun kepemimpinan saya canangkan fase pembangunan menuju kesejahteraan. Dengan tema bersama rakyat, melanjutkan karya, memantapkan kemandirian melanjutkan kesejahteraan rakyat Papua,” ujar Lukas saat memberikan sambutannya pada upacara bendera memperingati empat tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, Klemen Tinal, di Halaman Kantor Gubernur Dok II jayapura¸ Senin, 10 April 2017.

Di usia empat tahun kepemimpinannya, sejumlah prestasi telah ditorehkan Gubernur Lukas dan Wagub Klemen. Hal ini paling utama terasa di bidang peningkatan sumber daya manusia. Melalui intervensi serius di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, Lukas berhasil meningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua, yang pada 2013 sebesar 56,25, naik di tahun 2014 menjadi 56,75 dan tahun 2015 menjadi 57,25. Sementara usia harapan hidup di tahun 2013 sebesar 64.76, naik di tahun 2014 menjadi 64.84 dan tahun 2015 65.09 dengan target 65.61 (capaian 99.21 persen).

“Angka kematian ibu yang meninggal akibat melahirkan juga luar biasa. Kita lihat di sini tahun 2013 ketika saya menjadi gubernur jumlahnya 535/100 ribu orang Papua mati karena melahirkan. Sekarang kita sudah tekan 79,87 persen. Jadi dari 500 kematian itu yang melahirkan pada saat lahir mengalami penurunan 79 persen di tahun ini. Untuk angka kematian bayi juga luar biasa di tahun 2013 yakni 100 ribu kelahiran yang hidup itu 54 orang anak yang mati.  Kita sempat turunkan hingga 8 persen di tahun 2014. Kemudian di tahun 2015  naik jadi 44 persen. Tahun 2016 turun menjadi 7 persen. Ini angka kematian bayi dari 100.000 ibu yang melahirkan. Jadi ini luar biasa peningkatannya kita capai hampir 300 persen,” kata Lukas.

Salah satu hal penopang adalah layanan Kartu Papua Sehat (KPS) mencapai 100 persen, dalam artian jumlah layanan KPS di tahun 2015-2016 sebanyak 2.070.392 orang. Selain itu Dinkes juga sudah mendistribusikan KPS ke 29 kabupaten/kota sebanyak 1.174.907 kartu.

Di bidang pendidikan, terjadi peningkatan Angka Melek Huruf (AMH) hingga 70.83 persen, dengan tingkat capaian hingga 78.70 persen. Sementara itu untuk angka partisipasi sekolah juga menunjukkan hasil yang luar biasa. Pada usia 7-12 tahun itu naik di tahun 2015 mencapai 97,36 persen. Kemudian di usia 13-15 tahun itu 100 persen. Selanjutnya usia 16-18 tahun mencapai 91,51 persen atau naik 60 persen menjadi 115 persen.

Lukas dan Klemen juga berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan APBD Provinsi Papua. Tercatat pada tahun 2016 PAD Papua mencapai Rp. 982.047.103.154 atau meningkat secara signifikan mulai dari tahun 2013 sebesar Rp.512.034.309.000, tahun 2014 Rp.927.253.691.000 dan tahun 2015 Rp.912.908.312.259.

Sementara untuk APBD setiap tahun mengalami peningkatan, pada tahun 2013 sebanyak Rp.8.397.158.332.245, tahun 2014 sebesar Rp.10.709.818.949.527, tahun 2015 sebesar Rp.11.987.595.808,455 dan tahun 2016 sebesar Rp.12.350.729.994.479.

Sektor ini ditopang juga oleh komitmen Lukas dalam pengelolaan keuangan yang benar sehingga berhasil menorehkan sejarah bahwa untuk pertama kalinya di masa kepemimpinannya, Provinsi Papua mampu meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni dari Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD) tahun 2015, 2016 dan 2017.

Lukas sangat memahami jeritan rakyat Papua yang ada di balik gunung dan lembah, dimana ia pernah merasakan penderitaan yang sama. Maka ketika ia menjadi gubernur, sejumlah kebijakan fenomenal dilakukannya untuk menolong rakyatnya. Pertama-tama, mengubah alokasi Dana Otsus 80 persen untuk kabupaten dan 20 persen untuk provinsi. Baginya, rakyat Papua ada di kampung-kampung. Dari jerit tangis merekalah, Dana Otsus itu hadir, dan sepantasnyalah mereka menikmatinya.

Demi tegaknya harga diri dan hak orang Papua, Lukas berjuang hingga Papua dipercayakan menjadi Tuan Rumah PON XX Tahun 2020, menolak transmigrasi, memperjuangan pembangunan smelter Freeport hingga berhasil memenangkan perkara pajak air permukaan melawan Freeport, dimana sudah sepatutnya perusahaan tambang emas raksasa itu membayar hak Pemprov Papua, haknya rakyat Papua.

Lukas Enembe, sosok pemimpin yang berani. Ia tulus, lurus, apa adanya dan mencintai rakyatnya sepenuh hati. Rakyat Papua harus bangga memiliki sosok pemimpin seperti Lukas. Mari kita berdoa agar Lukas selalu sehat untuk terus bekerja melayani rakyat. Selamat ulang tahun Lukas. Vivat ad multos annos, ad summam senectutem!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here