Siapa yang pernah ke Papua? Mungkin belum banyak dari kita yang pernah menginjakkan kaki di pulau paling Timur Indonesia ini. Selain letaknya yang jauh (lima kali lipat jarak Jakarta – Kuala Lumpur), biaya yang diperlukan pun relatif tidak sedikit. Tapi sekali sampai di daerah ini, siapapun pasti langsung jatuh cinta dan ingin kembali lagi. Alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya menjadi daya tarik yang khas.

Untuk yang ingin mengunjungi Papua, dalam waktu dekat ada perhelatan akbar yang sangat layak untuk didatangi, ia adalah Festival Lembah Baliem. Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya, berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangan yang indah dan alami.

Festival budaya tertua yang digelar di tanah Papua ini secara rutin diadakan sejak tahun 1989 setiap bulan Agustus (biasanya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI), dan selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam negeri maupun manca negara. Tahun lalu saja, lebih dari 10 ribu orang mengunjungi event tiga hari tersebut, ini belum termasuk dari masyarkat setempat yang juga ingin menyaksikan.

Pertunjukan utama Festival Lembah Baliem adalah simulasi perang antara Suku Dani, Lani, dan Yali. Ketiga suku ini saling unjuk dan adu kekuatan. Meskipun judulnya adalah perang, namun sebenarnya tradisi ini adalah warisan leluhur sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sehingga aman untuk kita nikmati.

Festival ini adalah surganya bagi para petualang dan pemburu gambar (foto/video), karena berbagai atraksi yang tidak biasa ditambah dengan penampilan khas masyarakat pedalaman Papua yang dengan leluasa dapat kita rekam dari jarak dekat. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan bahkan mengikut lomba memanah, melempar sege atau tongkat ke sasaran, puradan atau menggulirkan roda dari anyaman rotan, dan atraksi ketangkasan yang lain.

Makin tertarik? Yuk catat waktunya dan siapkan perjalanannya: 8 – 11 Agustus 2017.

Untuk menuju ke lokasi, rutenya adalah terbang terlebih dulu ke Jayapura, lalu melanjutkan penerbangan ke Wamena. Bagaimana akomodasinya? Tenang, ada banyak pilihan, pemerintah daerah dan panitia telah menyiapkan cukup akomodasi bagi wisatawan untuk mendukung festival ini. Anda dapat menginap di hotel hingga rumah-rumah honai di perkampungan suku asli Papua.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here