Aksi 1000 Lilin For Deiyai diikuti ratusan warga masyarakat Jayawijaya yang terdiri dari warga asli Papua dan Non Papua dengan diawali ibadah singkat yang dipimpin langsung oleh Pdt. Yoram Yogobi.

Theo Hesegem, yang merupakan Ketua Jaringan Advokasi Pelanggaran HAM Sepegunungan Tengah Papua, dalam kesempatannya menjelaskan, pihaknya mengutus keras tindakan oknum aparat Kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan pelanggaran HAM di Deiyai.

“Laporan sdh sampai ke PBB dan itu terjadi saat saya terima laporan dan ini sudah tingkat Internasional dan media besar di luar negeri sudah memuat kejadian ini,” ungkap Theo Hesegem.

Dikatakannya, hendaknya dalam aksi 1000 Lilin For Deiyai, kita harus membuat suatu petisi dan dikirimkan langsung ke PBB, selain itu dalam melakukan advokasi tidak perlu lagi dilakukan di Indonesia melainkan dapat langsung dilakukan di luar megeri.

“Dijelaskan, senjata yang digunakan unntuk melukai warga masyarakat merupakan milik masyarakat, aparat penegak hukum hanya dipercayai Negara untuk digunakan melingdungi warga masyarakat Indonesia, bukan digunakan untuk melukai bahkan membunuh warga masyarakat.

“Senjata itu milik rakyat yang dipercayakan untuk menggunakan dan melindungi masyarakat bukan untuk membunuh masyarakat, karena senjata itu dibeli oleh uang rakyat, ini kadang kadang disalahgunakan oleh aparat penegak hukum,” ungkap Theo.

Lebihjauh dikatakan, sejauh inni masalah dan soal politik memang tidak bisa diintervensi oleh Negara manapun, namun harus diingat bahwa soal pelanggaran HAM bisa diintervensi oleh Negara manapun.

Sementara itu, Pdt. Yoram Yogobi yang mewakili Gereja di Jayawijaya menyampaikan, pihak Gereja mengutuk keras tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh Aparat di Deiyai.

Dijelaskan, masyarakat yang hidup di Deiyai adalah bagian dari sodara kita, sehingga untuk ikut serta prihatin terhadap kejadian yang terjadi kami hadir dengan menggelar kegiatan 100 Lilin For Deiyai.

“Kami tidak kehendaki karena kita merupakan ciptaan Allah, kita tidak ingin memusuhi orang lain dan kami dari gereja mengutuk tegas tindakan oknum aparat terhadap masyarakat biasa di Deiyai dan kami berharap agar persoalan yang ada dapat di selsaikan secara persuasive serta mari kita menjaga diri kita dan melindungi saudara kita deengan baik biarlah ini menjadi pelajaran untuk kita,” jelas Pdt. Yoram.

Dikatakannya, sudah saatnya kita menghentikan semua tindakan kekerasan dengan menumpahkan darah ke bumi tanah Papua ini, karena Papua adalah tanah damai dan semua harus Konsukuen untuk menjaga Papua tetap damai.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here